• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Selasa, 29 Agustus 2017

Meninjau Kembali Banjir di Beberapa daerah Mentawai

Selasa, Agustus 29, 2017 // by Jobel RD Samaloisa // , // No comments

Banjir bukan lagi isu yang asing di setiap daerah. Ketika hujan turun atau ketika musim penghujan datang, banjir selalu menjadi masalah yang dihadapi oleh masyarakat yang daerahnya terkena bancana banjir, bencana banjir tidak hanya bisa kita dengar isunya di Ibu Kota negeri ini, namun didaerah terkecil dan tersudut sekalipun seperti Mentawai tidak ketinggalan menjadi impas dari bencana banjir tersebut. Beberapa tahun terakhir ini banjir sudah menjadi salah satu problem yang dihadapi oleh masayarakat di daerah Mentawai.
Bila melihat dan meninjau banjir yang terjadi di beberapa daerah Mentawai, selalu membawa kisah yang membawak dampak kerugian bagi masayarakat, baik itu kerugian dari segi ekonomi, ataupun proses sosial bermasyarakat menjadi terhambat. Harusnya pemerintah harus meninjau lagi penyebab banjir yang selalu membawak dampak buruk di Mentawai. Sama-sama diketahui resiko dari banjir ini pastinya tidak terlepas dari sebab akibat dari aktivitas manusia itu sendiri, baik akibat pembagunan, pembukaan lahan ataupun beberapa resiko dari eksploitasi hutan tanpa memperhatikan kestabilkan lingkungan itu sendiri. 

Dampak dari Musibah Banjir

Bencana banjir yang bukan masalah sepeleh untuk diperhatikan dan diselesaikan, tidak bisa dianggap sebelah mata, jika penanganan bencana banjir ini tidak bisa dihadapi dan diselesaikan secara serius maka dampak terbesar banjir khususnya di Mentawai akan membawak dampak lebih besar lagi. Beberapa dampak akibat bencana banjir yang selalu terjadi.

Pertama Rusaknya atau Tidak Stabilnya Perekonomian Masayarakat. Ketika hal ini tidak stabil lagi di masyarakat, maka dalam proses memenuhi kebutuhan hidup akan sangat susah untuk dikendalikan, dikarenakan lahan pertanian terbenam, harta masyarakat banyak yang rusak, hal ini karena proses aktivitas terhambat oleh banjir itu sendiri.

Kedua Timbulnya Penyakit Baru di Masyarakat. Banjir yang terjadi tidak bisa terlepas dari dampak penyakit, seperti diare sampai penyakit-penyakit lain yang tidak diharapkan. Hal ini di karenakan kondisi badan yang lema akibat cuaca dingin, makanan yang dikonsumsi sudah tidak bersih, dan kebutuhan akan air bersih sudah sangat susah untuk didapat hal ini akan bisa mengancam keselamatan bagi setiap orang yang mengalami bencana banjir (bahkan menyebabkan hilangnya nyawa).  

Ketiga Rusaknya Insprastruktur Umum. Akibat banjir lainnya bisa merusak insprastruktur umum, seperti rusaknya jalan, rumah sakit, sekolah ataupun perkantoran lainnya. Akibat kerusakan yang di timbulkan, tentu ada biaya baru yang ditimbulkan untuk memperbaiki kembali insprastruktur yang rusak akibat bencana banjir tersebut. jika banjir datang tiap tahun, amak biaya akan perbaikan inprastruktur akan selalu teranggarkan cuma-cuma hanya untuk satu problem yang tidak terselesaikan.
Penyebab dari Bencana Banjir

Bencana banjir yang menimpa Mentawai pada saat ini, tidak semata-mata karena kebencian alam kepada manusia, tidak. Hubungan manusia dengan alam tercermin bagaimana manusia punya tanggung jawab besar terhadap alam tempat manusia menggantungkan hidupnya. Hal yang harus sama-sama diketahui, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-sahari manusia tidak terlepas dari alam itu sendiri, namun terkadang manusia itu sendiri terkadang terlalu rakus untuk memanfaatkan alam dalam proses pemenuhan kebutuhan hidup, tanpa harus memperhatikan stabilitas alam itu sendiri. Adapun penyebab dari bencana banjir itu sendiri yaitu

Pertama Eksploitasi Hutan. Hutan yang selama ini menjadi penyeimbang kehidupan manusia, terkadang selalu dieksploitasi tanpa diperhatikan stabilitas proses tumbuh kembangnya. Hutan yang ada khususnya di Mentawai, menjadi salah satu penghalang atau penghambat banjir, jika hutan stabil maka resepan air, penghambat pengikisan tanah bisa teratasi jika struktur hutan stabil, karena hutan dengan banyaknnya pohon bisa menjadi penyokong dalam proses penyerapan air dan pengikisan lapisan tanah.

Kedua Sampah yang Menumpuk di Bantaran Sungai. Sampah terkadang menjadi problem yang selalu diabaikan akibat kemalasan dari masyarakat dalam menempatkan sampah pada TPA yang sudah disediahkan oleh pemerintah, jika pun belum ada TPA, manfaat dari sampah bisa dikelaloh berdasarkan bentuk dan manfaatnya, sampah organik bisa dikelolah menjadi pupuk organik sedangkan sampah plastik bisa dijadikan buah kerajinan tangan yang bernilai ekonomis.

Mengeveluasi banjir, memang tidak cukup hanya omongan dan pemikiran-pemikran yang cemerlang, tapi semua itu butuh bukti dan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, jika hal ini sudah bisa disepakati, maka kemungkinan terbesar atau mengurangi dampak dari banjir bisa diatasi dan dikendalikan. Maka dari itu banjir bukan musibah yang didatangkan oleh yang kuasa, tetapi banjir ada karena ulah dan kerakusan manusia. Jika manusia mampu menjaga alamnya maka alam pun akan bersahabat dengan manusia yang menjaga alam tersebut.
**** 
Jobel Rifi Dasasius Samaloisa
"Bencana, bukan kebencihan Tuhan kepada Manusia, tetapi akibat ulah dari Manusia sendiri yang tidak mampu menjaga alam.


0 komentar:

Posting Komentar